Tidur diatas Lodaya dan Sancaka


Tulisan ini kembali mengulas tentang kereta api, menjembatani hobi saya akan kereta api. Mengapa kereta api?, Karena menurut saya kereta api adalah suatu karya engineering yang luar biasa. Memindahkan suatu rangkaian masa (baca : berat) gerbong besi di atas 2 bilah track baja. Lalu dengan ditarik lokomotif yang berisi blok engine yang menghasilkan tenaga hingga ribuan HP yang didesain supaya bergerak dengan menyeimbangkan tenaga engine dan berat yang sesuai agar menghasilkan traksi untuk menarik muatan nya. Sistem yang sederhana yang bisa kita pikirkan ini, tiba-tiba dapat kita lihat dan rasakan di kereta api yang gagah dan melintas di depan mata.

Oke, skip saja intermezo nya. Kemarin saya berkesempatan untuk pergi dari Bandung ke Surabaya secara estafet naik lodaya malam dan sancaka sore. Sehingga rutenya menjadi Bandung – Solo -  Surabaya. Seperti biasa saya lebih suka mengulas tentang pelayanan dan keadaan di dalam gerbong kereta selama perjalanan kereta api. Berikut uraian singkatnya…

Baca lebih lanjut

Review Kereta api Bima Jurusan Jakarta Gambir-Surabaya Gubeng


Kemaren sempat mencoba lagi naik kereta api ke Surabaya dan memilih kereta api Bima kelas eksekutif yang berangkat pukul lima sore dari stasiun gambir jakarta. Berikut reviewnya :

1. Secara keseluruhan gerbong kereta lebih terawat daripada kereta api tujuan ke surabaya yang melalui jalur utara seperti KA Argo Anggrek (yang edisi lama) KA Sembrani dan KA Gumarang. Tampaknya setelah beberapa kali pengalaman penulis menggunakan kereta api di Pulau Jawa, hampir semua kereta api yang melalui jalur selatan dan tengah memiliki gerbong kereta yang lebih terawat dan pelayanan lebih baik.

2. Fasilitas seperti kamar mandi, pintu otomatis, dan AC semuanya bekerja dengan baik. Para staf awak KA juga melayani dengan baik dan petugas keamanan rutin berkeliling setiap ada pemberhentian di stasiun. Bapak petugas keamanan juga  sering mengingatkan untuk mengamankan semua barang bawaan berharga yang ditaruh di atas meja seperti Laptop dan HP. Terus terang kenyamanan ini jarang saya temui ketika menumpang gerbong eksekutif KA sembrani, KA  Gumarang, bahkan KA Argo Anggrek. Tetapi perlu diingat, perjalanan kereta melalui jalur selatan terkenal lebih rawan terhadap gangguan daripada melalui jalur utara.

Kursi Kereta

Kursi Kereta

Interior

Suasana dan Interior

bagasi

Bagasi Kereta

3. Waktu Tiba telat sekitar 30 menit dari yang tertera di tiket. Tetapi untuk ukuran pelayana kereta api di Indonesia keterlambatan itu masih bisa ditolerir. Saya pernah menggunakan kereta api dengan rute yang sama melewati jalur utara dan terlambat hingga 4 jam dikarenakan kerusakan gerbong dan harus dilakukan penggantian gerbong di Stasiun Pekalongan. Bahkan akhir-akhir ini keterlambatan lebih dari 40 menit menggunakan kereta eksekutif argo anggrek dan sembrani merupakan hal yang lumrah. Mungkin hal ini disebabkan jalur perjalanan kereta lintas utara yang padat.

WC

WC

restorasi kereta

Restorasi Kereta

“Secara keseluruhan pelayanan di Kereta Api Bima cukup menyenangkan dengan gerbong yang terawat baik jika dibandingkan dengan kereta api lintas utara dengan rute dan kelas yang sama”

 

Review kereta api Argo Anggrek Angkutan lebaran


Argo Bromo Anggrek dulu yang saya kenal adalah gerbong kereta yang kabarnya buatan INKA dan sistem suspensinya berlisensi dari Negara Prancis. Dan tiba-tiba PT KAI mengumumkan mengganti dengan Argo Anggrek. Dan kabarnya lebaran akan di launching kereta argo anggrek new image go green. Mendengar ini saya sengaja memesan satu kursi untuk perjalanan ke Surabaya pada tanggal 25 Agustus 2011. Namun sayang yang saya dapatkan adalah gerbong kereta yang biasa. Bukan gerbong argo anggrek go green. Kecewa sebenarnya, tapi pelajaran juga nanti kalo pesen tiket kereta harus ditanya dulu model gerbong nya. Di tengah kekecewaan saya, saya sempetin buat nge review gerbong ini. Tadinya gak mau di posting karena gerbong keretanya bukan Argo Anggrek go green, tapi akhirnya di posting juga. Dan inilah review dari segi desain terhadap interior kereta ini :

1. Segi layout desain jendela
Gerbong kereta ini di setting dengan layout jendela satu baris penumpang satu jendela. Tidak seperti gerbong kereta eksekutif lainnya yang jendelanya memanjang dan mencakup tiga atau empat seat kursi. Setiap jendela di lapis dengan pinggiran fiber yang dicat coklat untuk pemanis
Kritik : Idenya cukup bagus dengan membuat satu seat satu jendela, sehingga berkesan satu orang punya satu pandang khusus dari kursi penumpang. Dan dapat leih menjaga keamanan penumpang jika ada aksi pelemparan batu ke kereta. Namun sayang pengerjaan detail nya masih sangat buruk. Fiber yang dipasang tidak rata dan rapih. Terutama pengerjaan cat, seharusnya kombinasi warna putih tulang dan coklat kayu bisa sangat menawan tetapi pengerjaan cat terkesan apa adanya.
Saran :
lebih baik mungkin jika dilapis bahan kayu asli, kertas kayu atau pakit kayu. Karena resiko penggunaan fiber adalah ketidak rapian dan biaya pengecatan yang bagus relatif membutuhkan biaya tambahan.
Baca lebih lanjut