Sudut Pandang dan Pilihan Hidup


Kadang kita hidup di dunia ini mengalami suatu “stuck”. “get stuck” atau kemandegan. Kita seperti dipaksa berpikir jalan apa yang harus diambil. Ada pilihan-pilihan alur bercabang yang harus ditempuh. Itu disebut dengan mengambil keputusan. Dan mengambil keputusan itu memiliki seni tersendiri. Mari kita lihat ilustrasi sederhana (hahaha*sederhana versi orang galau) problem di bawah ini :

Ada seorang lelaki sangat cinta pada pada bilangan prima. Bilangan yang paling unik karena tak mempan dibagi angka lain (kecuali angka satu) sehingga menghasilkan bilangan bulat. Maka dia berpikir bagaimana langkah – langkahnya. Dia bertanya pada ahli angka terkemuka di kampung nya. Dan kebetulan ahli pertama adalah pak RT kampung tersebut. Maka dia memberikan jawaban di bawah ini.

1.    Pak RT tersebut terkenal sangat logis dan pro aktif terhadap warganya sehingga ia selalu berpikiran maju. Bilangan x adalah bilangan yang akan ditentukan bilangan primanya. Menurut beliau langkah pertama adalah diurutkan dari bilangan angka 1 hingga angka x sebagai pembagi bilangan itu. Jika bilangan itu hanya habis dibagi oleh dirinya sendiri maka dialah bilangan prima.

Definisi X = bilangan positif
For (n = 2; until n <= x; n ++)
If (x < n )
{x = “bilangan prima”}      // bilangan 1 mutlak prima
else {
if  (x / n = bilangan positif bulat) ====> fungsi mod // jika x dibagi n tidak bersisa
{if (x != n)                // jika bilangan pembagi nya adalah bukan x
{
( x =”bukan bilangan prima)
else if (x == n)            // jika pembagi nya adalah bilangan itu sendiri
{ x = “bilangan prima”}
}
Else
{x = bukan bilangan prima}    // selainnya bukan bilangan prima.
}

2.    Orang kedua adalah Pak Lurah. Pak lurah terkenal orang yang kerjanya mengambil kesimpulan dan keputusan dari seluruh laporan perangkat desa. Maka ketika ditanya perihal bilangan prima maka yang dilakukannya adalah menyederhanakan logika Pak RT dengan cara logika terbalik. Beliau meLakukan operasi yang sama dengan cara terbalik :

Definisi X= bilangan positif

for (n=x-1,until n=0, n–)
If n = 0
(x = “bilangan prima”) =====> bilangan 1 adalah mutlak bilangan prima
Else if ((x / n = bilangan positif bulat) and (x == n)) ====> fungsi mod
(x = “bilangan prima”)

3.    Lalu lelaki itu bertanya kepada orang kedua, dia adalah pegawai dishub yang bertugas menghitung jumlah mobil yang lewat di Pantura. Maka solusi yang diberikan kepada pria tersebut adalah menggunakan deret hitung untuk mengecek setiap bilangan. Dia menjelaskan bahwa bilangan prima mempunyai sifat-sifat unik. Antara lain:
–  Bilangan prima selalu ganjil kecuali 2 karena angka 2 adalah angka dasar pembagi genap.
–  Bilangan prima adalah bilangan ganjil yang bukan kelipatan dari angka 3, 5, dan 7. Contoh :
bilangan 9, 15, dan 21 bukan prima.
Sehingga dengan memanfaatkan looping deret hitung dan tanpa menggunakan fungsi mod kita bisa mencari bilangan prima dengan cara :

define x = bilangan positif
int k, int n, int  a = b =c =d =2,
for (k=1, k<=x,k++)        //cek loop hingga sampai bilangan x
(
if ( (k != 1) or (k != 2) or (k != 3) or (k !=5) or (k != 7) )
k = “bukan bilangan prima”
else if ( k = 2*a)
k = “bukan bilangan prima”, a = a+1
else if ( k = 3*b)
k = “bukan bilangan prima”, b = b+1
else if ( k = 5*c)
k = “bukan bilangan prima”, c = c+1
else if  (k = 7*d)
k = “bukan bilangan prima”, d = d+1
else
k = “bilangan prima”
)

4.    Lalu pria tersebut bertanya kepada seorang pujangga jalanan di Kp. Rambutan Jakarta. Kata sang pujangga “Yang paling indah dari bilangan prima adalah binarynya, binary bilangan prima yang mempunyai deretan angka 1 dipastikan adalah bilangan prima kecuali baris deretan biner angka 1 kelipatan 4 yang didalamya terdapat 23, 27, 211 dst….. .
Contoh :
111 = bilangan prima  (3 baris angka 1)
1111 = bukan bilangan prima (4 baris angka 1)
11111 = bilangan prima (5 baris angka 1)
111111 = bilangan prima (6 baris angka 1)
11111111 = bukan bilangan prima (8 baris angka 1)
111111111111 = bukan bilangan prima (12 baris angka 1)

Lho…. kok malah membicarakan bilangan prima?????

maksud saya menjabarkan tentang bilangan prima di atas adalah untuk mengutarakan tetang sudut pandang. Sudut pandang dalam menghadapi masalah. Lihatlah contoh diatas, setidaknya dalam memandang bilangan prima kita bisa melihatnya dalam 4 sudut pandang yang tidak mirip. Sudut pandang menyikapi masalah sangatlah banyak,  maka jika kita “stuck” untuk membuat keputusan  untuk memecahkan masalah, cobalah melihat dengan sudut pandang yang lain. Sudut pandang yang mungkin terlewat untuk kita pikirkan. Entah itu karena gengsi, sombong, takut mencoba, terlalu pesimis, atau memang tidak terlintas saja. “Keluarlah sejenak dari problem tersebut, tafakkur…… minta pertolongan pada yang maha luas ilmunya, maka kita akan segera menemukan suatu sudut pandang baru untuk memecahkan masalah kita, Insyaalloh…..;D”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s