Review kereta api Argo Anggrek Angkutan lebaran


Argo Bromo Anggrek dulu yang saya kenal adalah gerbong kereta yang kabarnya buatan INKA dan sistem suspensinya berlisensi dari Negara Prancis. Dan tiba-tiba PT KAI mengumumkan mengganti dengan Argo Anggrek. Dan kabarnya lebaran akan di launching kereta argo anggrek new image go green. Mendengar ini saya sengaja memesan satu kursi untuk perjalanan ke Surabaya pada tanggal 25 Agustus 2011. Namun sayang yang saya dapatkan adalah gerbong kereta yang biasa. Bukan gerbong argo anggrek go green. Kecewa sebenarnya, tapi pelajaran juga nanti kalo pesen tiket kereta harus ditanya dulu model gerbong nya. Di tengah kekecewaan saya, saya sempetin buat nge review gerbong ini. Tadinya gak mau di posting karena gerbong keretanya bukan Argo Anggrek go green, tapi akhirnya di posting juga. Dan inilah review dari segi desain terhadap interior kereta ini :

1. Segi layout desain jendela
Gerbong kereta ini di setting dengan layout jendela satu baris penumpang satu jendela. Tidak seperti gerbong kereta eksekutif lainnya yang jendelanya memanjang dan mencakup tiga atau empat seat kursi. Setiap jendela di lapis dengan pinggiran fiber yang dicat coklat untuk pemanis
Kritik : Idenya cukup bagus dengan membuat satu seat satu jendela, sehingga berkesan satu orang punya satu pandang khusus dari kursi penumpang. Dan dapat leih menjaga keamanan penumpang jika ada aksi pelemparan batu ke kereta. Namun sayang pengerjaan detail nya masih sangat buruk. Fiber yang dipasang tidak rata dan rapih. Terutama pengerjaan cat, seharusnya kombinasi warna putih tulang dan coklat kayu bisa sangat menawan tetapi pengerjaan cat terkesan apa adanya.
Saran :
lebih baik mungkin jika dilapis bahan kayu asli, kertas kayu atau pakit kayu. Karena resiko penggunaan fiber adalah ketidak rapian dan biaya pengecatan yang bagus relatif membutuhkan biaya tambahan.

2. Kursi penumpang
Kursi penumpang lumayan nyaman. Pas untuk tempat duduk. Kursi dilapis dengan kulit sintetis warna krem. Ukuran kursi lebih kecil daripada kursi argo anggrek yang lalu tetapi jalan untuk lewat jadi lebih luas dan lega. Jarak untuk kaki juga cukup lega.
Kritik :
Pemasangan kursi masih ada yang goyang dan lagi-lagi pengecetan lapisan fiber di pinggiran kursi tidak rapi. Dan seperti biasa banyak kursi rusak di sana sini.
Saran :
Seharusnya lapisan pinggiran kursi dilapis lagi dengan lapisan kain atau karpet karena jika hanya lapisan fiber dan cat saja maka akan meninggalkan banyak sisa baret. Garis-garis baret itu goresan dari barang bawaan penumpang yang lewat di jalan atau goresan dari troli makan.


Gambar 1. Plafon dan Interior Atas


Gambar 2. Bagasi atas


Gambar 3. Kursi dan jendela


Gambar 4. kursi

3. Desain plafon
Desain standart, sama seperti gerbong kereta api eksekutif lainnya seperti gerbong eksekutif sembrani atau gerbong eksekutif gumarang. Louver AC sangat standar.
Kritik :
Belum ada inovasi desain. Dan terus terang jadul banget. Ini kereta argo anggrek, dan seharusnya desainnya lebih bagus lagi.
Saran :
Seharusnya banyak yang bisa dilakukan pada dinding plafon, mungkin dengan memberi tekstur dan radius di beberapa dusut agar tak terkesan lurus. Dan perbaikan tampilan louver ac agar terkesan lebih mewah dan elegan. Penggunaan pelapis ABS dapat dipertimbangkan karena lebih gampang dicetak untuk pembuatan profil plafon.

4. Desain bagasi penumpang
Desain bagasi penumpang patut diacungi jempol. Sudah menggunakan penutup dan gaspring untuk penahan bukaan sehingga sangat memudahkan penumpang untuk membuka dan menutup bagasi.
Kritik :
Pengerjaanya masih sangat kasar. Mur dan baut yang terpasang tidak rapi dan standart. Pemasangan gaspring juga ada yang tidak center. Dan pemberian braket plat speaker di sela-sela pembatas bagasi terkesan apa adanya.
Saran :
Bentuk bagasi harusnya masih bisa diperindah dengan detail radius di ujung-ujung penutup atau permainan warna yang lebih atraktif.

5. Peletakan Ruang Bagasi di Ujung-Ujung Gerbong
Cukup inovatif memberikan ruang khusus bagasi yang berukuran besar di ujung-ujung gerbong (Di belakang ruang TV). Tetapi sayang ruang yang diberikan hanya berupa ruang yang dibatasi oleh pipa dan plastik polyethilene. Sebaiknya di beri pintu dan dikunci demi keamanan barang penumpang.

6. TV
TV layar datar dengan dimensi memanjang 21 inch, cukup mengakomodasi untuk hiburan. Cuma sayang, seperti isi program KATV nya lebih dari 80% iklan yang diulang-ulang
.
7. Getaran dan goncangan
Cukup nyaman dan hanya sedikit terasa goncangan (tapi masih kayak naik kereta gumarang dengan jurusan yang sama).

8. Kamar Mandi
Kamar mandi lebih luas dan fungsionalitas lebih baik. Saya merasa lebih nyaman menggunakannya.

Saran :
Desain interior kamar mandi mungkin bisa dibuat lebih eksklusif dan berkelas dengan tambahan pelapis alumunium atau di chrome di beberapa detailnya.

Review keseluruhan :
Entah kenapa PT KAI mengganti gerbong lama dengan gerbong baru ini, mungkin masalah biaya operasional atau saya yang apes naek gerbong kereta argo anggrek “kelas dua” untuk lebaran. Secara konsep maka desain ini bagus dan sangat original. Tetapi dari sisi pengerjaannya masih jauh dari perkiraan saya. Jika dibandingkan dengan gerbong yang biasa digunakan kereta api turangga dan kereta api gajayana, maka gerbong argo anggrek ini masih jauh dari nyaman untuk kelas Argo Anggrek yang tarifnya paling tinggi untuk rute Jakatra-Surabaya. Apalagi jiaa dibandingkan dengan gerbong argo bromo anggrek yang lama, sentuhan desain dan teknologinya lebih jauh tertinggal. Contohnya saja pintu yang masih manual. Persaingan dengan maskapai penerbangan swasta harus membuat PT. KAI lebih memperbaiki layanan nya. Tapi saya harap PT. KAI lebih memperbaiki layanannya dan mudah mudahan saya dapat berkesempatan menunggangi gerbong Argo Anggrek go green untuk bisa sharing review lagi tentang desain interior dan eksteriornya.

One thought on “Review kereta api Argo Anggrek Angkutan lebaran

  1. itu ka argo bomo anggrek yg anda naiki pake k1 nya ka gumarang retrofit. kalo k1nya argobromo anggrek yg non go green masih make jendela yang lebar .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s