Gaya hidup opensource


Suatu hari seorang teman pinjem laptop buat bikin poster ilmiah….. dan setelah masuk windows seven dia tanya “kok gak ada micr*s*ft publiser”…… Waduh saya gak pake produk itu. Kalo bikin poster paling saya pake Insckape dan Gimpp, produk opensource untuk grafis vektor dan pixel. Dan pertanyaannya sekarang kenapa opensource ?

1.    Karena mungkin saat ini saya gak akan sanggup (sebenarnya sanggup sih, Cuma bertahan aja untuk tidak membelinya..he.he.he.) beli micr*s*ft asli yang satu paketnya utuk office bisa puluhan dolar, belum lagi untuk produk pengolah grafis semacam ad*be ph*t*sh*p atau yang lainnya……. Bukannya tidak ingin membeli, Cuma di Indonesia sampai saat ini masih banyak godaan untuk membeli barang bajakan dengan segala segi negatifnya.
2.    Belajar menghargai diri sendiri. Maksudnya?? Sebaiknya mulai sekarang kita harus memilah mana software yang benar-benar kita gunakan dan mana yang tidak bisa kita gunakan dan mulai menyisihkan budget untuk membeli software tersebut. Beneran deh, dengan kita membeli software asli berarti kita akan menanamkan pada diri kita untuk menghargai hasil karya kita sendiri. Coba bayangkan anda mampu membuat gambar desain menggunakan software Arch*cad yang asli, tentu saja anda akan menjual gambar desain anda dengan harga yang tinggi. Jika anda menggunakan software Arch*cad yang bajakan maka (saya percaya) dalam diri anda akan tertanam bahwa gambar desain yang anda gambar adalah gambar yang sepele (yang tidak pantas dihargai tinggi* sugesti karena memakai barang bajakan). Dan ini pengalaman pribadi saya. Jadi dengan menghargai suatu produk, maka secara tidak langsung anda juga akan menghargai produk anda.
3.    Memanfaatkan opensource merupakan pengalaman yang menyenangkan. Paling tidak untuk kegiatan non bisnis atau non profit oriented. Mengapa menyenangkan? Karena opensource di support oleh banyak orang. Coba saja buka forum forum open source di Internet seperti forum yang membahas tentang Ubuntu Linux (OS), PHP (Programming), Phyton (Programming), Insckape (Vector graphic desain), Gimpp (Graphic Design), Openoffice (Office processing) dan produk-produk open source lain. Rasanya senang melihat banyak orang saling mensupport yang lain dalam suatu komunitas besar dengan semangat untuk membuat sesuatu yang baru. Merasakan semangat dari tulisan-tulisan dan kontribusi mereka sangat menyenangkan…..
4.    Open source bukan berarti gratisan. Open source berarti suatu produk yang dibuka bagaimana caranya produk itu dibuat. Suatu kode terbuka yang semua orang bisa membacanya dan memodifikasinya baik unutk diri sendiri atau disebarkan ke komunitas. Jadi banyak juga produk open source yang berbayar untuk mendapatkan layanan premium dan open source bukan produk yang murahan.

Lalu apakah harus beralih ke open source? Yah gak juga sih. Itu Cuma masalah pilihan. Jika anda mampu membeli software premium yang asli mengapa harus pake produk open source. Karena tentu saja software-software premium mempunyai layanan purna jual yang sangat memuaskan mulai dari dokumentasi, support, garansi, dan trainig. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tapi kita harus banyak bersyukur karena ada suatu komunitas ini yang menghadirkan teknologi yang lebih bisa dijangkau oleh banyak orang. Dan apakah anda mau ikut ambil bagian????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s