Bom???


“tanggal 25 hingga 26 September 2011 terdengar berita bahwa Pengeboman kembali terjadi di bumi Nusantara……”

Wah….. saya cuman mau bilang, peristiwa pengeboman ini hanya memperkeruh suasana saja. Apalagi di kaitkan dengan grup teroris eks kelompok jihad Ambon (“*nb: terus terang sebagai seorang muslim saya sangat keberatan jika kegiatan ini tetap disebut jihad, tidak ada contoh dari perang-perang yang dilakukan Rasululloh untuk membunuh membabi buta termasuk anak-anak dan kaum perempuan, tidak ada contohnya dari Rasululloh untuk menumpahkan darah sesama muslim bahkan seorang non muslim pun yang dilindungi dan dijaga haknya oleh pemimpin muslim. Oleh banyak ulama perbuatan-perbuatan tersebut disebut sebagai perbuatab kaum khawarij, kaum yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin. dan perbuatan itu tidak membawa keuntungan apa-apa kecuali kesusahan bagi seluruh negeri”), makin ngeri aja!!! Karena masih ada saja orang yang direkrut dan diganti pemahamannya dengan pemahaman mereka tentang makna jihad.

Kita umat muslim sendiri sudah diberi cobaan begitu banyak dengan banyaknya saudara-saudara kita sesama muslim yang hidup di bawah garis kemiskinan, banyak muslim yang masih merasakan kelaparan, banyak saudara kita sesama muslim yang sakit dan tidak bisa berobat secara baik, masih rendahnya tingkat pendidikan saudara-saudara kita sesama muslim, maksiat yang merebak dimana mana termasuk di tengah masyarakat muslim, makin hilangnya tingat kesadaran untuk belajar tentang dinul islam di antara masyarakat islam dan sekarang malah ditambah isu dan masalah pemboman oleh kelompok yang mengklaim sebagai seorang muslim. Saya malah kasihan dengan para kaum muslimin, para pemuda pemudinya, para ulama nya, para pemimpin kaum muslimin yang akan tersudutkan dengan kejadian ini. Opini yang akan terbentuk adalah ajaran islam ini kejam (Naudzubillah…..) dan akan menambah berat beban kaum muslim saja. Para pemuda pemudi, para santri yang bersemangat belajar menuntut ilmu tentang islam banyak dicurigai oleh ‘publik’ karena kekhawatiran ‘publik’ bahwa mereka belajar tetang bom! Para pemudi muslimah yang memakai jilbab panjang atau hijab cadar yang menutupi wajahnya akan ditakuti oleh masyarakat karena kebanyakan istri para pembom itu banyak yang memakai cadar. Begitu juga bagi para pemuda nya yang memakai baju gamis banyak yang akan dicurigai juga sebagai kelompok teroris. Bukankah ini malah memperkeruh suasana? dan bahkan akan ada masalah besar lain yang mengintip mulai dari kestabilan ekonomi, politik, dan keamanan dalam negeri dan pada akhirnya hanya akan menyusahkan kaum muslimin sendiri.

“Sudah saatnya kita harus belajar agama ini lebih dalam, kepada para guru-guru kita, kepada para ulama kita, kepada para ustad kita agar kita mendapat pemahaman yang baik tentang agama ini, tentang kandungan Al Quran dan As Sunnah, dan tentang muamalah kita di masyarakat sebagai muslim”. Apakah ruginya jika menyisihkan satu hingga dua jam dalam rutinitas kerja kita dalam seminggu untuk sekadar mendengarkan para ustad dan ulama kita mengajarkan kembali Al Quran dan As Sunnah di pesantren, di masjid, atau di rumah-rumah. Bukankah doa kita setiap hari dalam sholat kita adalah ditunjukkan jalan yang lurus!, maka mari kita capai jalan yang lurus itu dengan pemahaman yang benar tentang agama ini dan bersemangat lagi untuk menuntut ilmu tentang agama ini agar selamat di dunia akhirat. Dan itu adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terorisme atas nama jihad di negara Indonesia kita ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s