Cerita Lexus LS-400 (Pengalaman Toyota)


Pada musim panas 1983, Ketua Toyota Eiji Toyoda bertanya kepada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh tim manajemen, tim strategis, dan tim teknik Toyota, “Apakah kita dapat membangun mobil terbaik di dunia?”. Tantangan itu diajukan oleh Eiji Toyoda setelah hampir 20 tahun, Toyota telah mengekspor mobilnya ke Amerika dan sejumlah konsumen mereka mengalami peningkatan kemakmuran dan mencari mobil yang setara dengan status mereka. Membuat mobil terbaik dunia berarti menantang mobil-mobil mewah eropa dan amerika, BMW, Mercedes, Jaguar dan Cadillac. Untuk perusahaan sekaliber Toyota pada masa itu, membuat mobil mewah terdengar bukan suatu masalah besar. Di masa itu Toyota telah membuat limusin untuk para pejabat dan kaum eksekutif Jepang, insinyur Toyota telah terlibat dalam pembuatan jet-jet tempur pada perang dunia kedua dan Toyota telah ikut serta dalam balap mobil selama kurang lebih seperempat abad. Tetapi tantangan ini menjadi rumit ketika Toyota memakai definisi pada proyek ini bukan hanya sekedar mendesain mobil, tetapi mereka ingin mengejar kesempurnaan kesempurnaan. Nilai dasar yang akan menjadi tujuan proyek ini. Dalam sejarah Toyota, belum pernah dibuat mobil seperti yang mereka rencanakan.
Dalam proyek ini dihasilkan 450 prototipe yang melibatkan 24 tim teknik yang terdiri dari 1400 insinyur, 2300 teknisi, dan 220 staf pendukung. Selanjutnya setelah fungsi tujuan ditentukan, maka Toyota segera menetapkan target nilai spesifik. Untuk itu setiap tim menguji mobil mewah yang ada saat itu untuk melakukan pengambilan data. Mobil yang dipakai terdiri dari mobil mewah pabrikan BMW, Mercedes, Cadillac, Jaguar, Audi, Volvo. Dan kemudian berhasil ditentukan bahwa yang dipilih sebagai acuan mobil terbaik adalah Mercedes 420SEL dan BMW 735i. Tidak hanya itu, tim juga melakukan riset dengan masuk ke dalam lingkungan kalangan orang-orang kaya dan merasakan gaya hidup mewah di kota-kota Amerika seperti San Fransico, Houston, Denver, Chicago, Miami, dan New York. Riset ini juga melibatkan antropolog dan psikolog untuk medapatkan data tentang definisi mobil bagi pemilik mobil-mobil mewah. Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa pemilik mobil mewah membeli citra, mutu, nilai jual kembali, kinerja, dan keamanan. Mutu, kinerja dan keamanan merupakan nilai-nilai yang sudah dipegang oleh toyota. Tetapi yang mengejutkan kinerja mempunyai nilai yang rendah dan citra adalah tantangan terbesar bagi Toyota. Sehingga citra dan kinerja menjadi dua sasaran utama untuk dikerjakan.
Pekerjaan segera dimulai dengan memecah komponen-komponen mobil mewah BMW dan Mercedes dan menjadikan komponen terbaik sebagai standar minimum. Sedangkan disain body mobil diajukan berkali-kali oleh beberapa tim desain dan juga berkali-kali ditolak oleh ketua tim desain sehingga ditetapkan nilai baru untuk desain model body tersebut yaitu tidak ada kompromi untuk kesempurnaan, dan tidak boleh ada bahan yang standar seperti yang ada pada mobil jepang pada masa itu. Mereka ingin mewujudkan desain yang benar-benar berbeda dari desain mereka sebelumnya.
Tabel 1. Tabel nilai tujuan desain

Standart BMW 735i Mercedes 420SEL Target Untuk Desain Baru
Kecepatan Maksimum 222 km/jam 220 km/jam > 222 Km/jam
Konsumsi bahan bakar 8 kilometer/liter 8,7 Kilometer/liter < 8 Kilometer/jam
Efisiensi Aerodinamik 0,32 > 0,32 < 0,32
Level suara 61 db (pada 97 km/jam) > 61 db <61 db
Berat 1760 Kg 1670 Kg < 1670 kg
Penjualan dibawah penjualan Mercedes Tertinggi untuk impor ke Amerika Serikat Harus melampaui penjualan Mercedes

Nilai tujuan itu direpresentasikan dalam nilai yang jelas seperti pada tabel 1. Tabel 1 menunjukkan nilai tujuan yang dihasilkan dari data produk mobil mewah dari pabrikan BMW 735i dan Mercedes 420 SEL. Pada awalnya para insinyur mesin dan teknisi menolak target tersebut karena target-target tersebut saling bertolak belakang. Kecepatana yang lebih tinggi membutuhkan kekuatan mesin yang lebih besar, yang berarti mesin yang lebih berat dan lebih banyak bahan bakar dan menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi. Tetapi ketua tim teknik yang baru, Ichiro Suzuki meyakinkan tim bahwa semua ini harus dicapai untuk mencapai definisi kesempurnaan yang menjadi tujuan utama tim secara keseluruhan. Dan akhirnya pada tahun 1989, Lexus LS400 diluncurkan ke pasar dan dapat mengalahkan pesaingnya Mercedes SEL dan BMW 735i.
Tabel 2. Pencapaian Target Lexus LS400

Sumber data dan bacaan:

Matthew E. May, 2007, The Elegant Solution (Toyota case), Gramedia Pustaka, Jakarta

Artikel Toyota Museum USA-Lexus LS400

Wikipedia – Lexus LS 400

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s