Tanaman bunga hias yang dipingsankan


Pernahkan anda berpikir bagaimana bunga yang di panen dari derah dataran tinggi seperti daerah puncak atau daerah cipanas di Jawa Barat bisa sampai ke daerah dataran rendah seperti di Jakarta dan dijual dalam keadaan masih segar. Bayangkan saja jika anda yang melakukan perjalanan dari Cipanas ke Jakarta menggunakan mobil, pasti akan tiba di Jakarta dengan kondisi fisik menurun. Sama halnya dengan tanaman bunga yang banyak anda lihat di pasar-pasar bunga di Jakarta, tanaman bunga itu telah mengalami perjalanan yang panjang agar bisa sampai di tangan konsumen. Padahal tanaman bunga hias adalah tanaman yang sangat sensitif. Sebenarnya tanaman yang berbunga tersebut sedang memasuki fase akhir dari hidupnya dan tidak memiliki cadangan nutrisi lagi ketika sudah dipotong atau dicabut dari media tanamnya. Lalu bagaimana dia bisa hidup selama lebih dari 24 Jam dalam perjalanan pengirimannya?

bunga hias

Jawabannya karena tanaman tersebut dipingsankan oleh manusia. Pada prinsipnya untuk menjaga tanaman tersebut tetap segar setelah dicabut atau dipotong dari media tanamnya, maka harus perlakuan khusus yang menghambat metabolisme tanaman tersebut. Dengan menghambat metabolisme atau istilah nya “di pingsankan”, maka dapat mempertahankan kesegarannya (hampir sama dengan manusia yang harus tidur untuk menjadi segar kembali). Teknik yang biasa dilakukan  dengan modifikasi kondisi lingkungan. Contohya antara lain dengan menurunkan suhu pada waktu pengiriman atau mengatur jumlah komposisi karbondioksida dan oksigen pada waktu pengiriman. Untuk cara pertama, sudah banyak dilakukan pada pengiriman bunga hias potong. Mobil box pengirim bunga hias biasanya dilengkapi dengan pengatur suhu. Dengan menurunkan suhu, tanaman akan terjaga kesegarannya paling tidak 50%. Hal ini dapat dilakukan jika suhu diturunkan sesuai dengan suhu ketika tanaman tersebut di tanam di tempat asalnya, sehingga membuat tanaman hias tersebut nyaman selama pengiriman. Cara kedua yaitu dengan mengatur kandungan karbondioksida dan oksigen pada lingkungan tanaman akan membuat tanaman seakan-akan “pingsan” atau “mati suri”. Dengan kandungan karbondioksida yang minimal akan membuat tanaman itu memperlambat metabolismenya. Tetapi harus hati-hati dalam mengatur jumlah karbondioksidanya, jika terlampau sedikit dapat akan membuat tanaman masuk pada fase anaerob yang mengakibatkan bunga nya rontok sehingga tidak bisa lagi dijual. Teknik ini biasanya banyak dilakukan untuk pengiriman dengan kontainer peti kemas dalam waktu yang lebih lama. Dalam kontainer tersebut biasanya disediakan tabung-tabung karbondioksida dan oksigen untuk mengkondisikan komposisi udara yang tepat di dalam kontainer. Tetapi jangan lupa juga untuk selalu memberikan air (atau kadang kala ditambahkan larutan unsur hara makro dan mikro) sebagai makanan tanaman selama perjalanan. Jadi begitulah manusia memperpanjang usia tanaman bunga hias nya. Bagaimanakah anda memperlakukan tanaman anda??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s