Mengelola Rasa


“Hidup itu terbentuk seperti yang kita mau….. apa yang ada di hati kita… itu yang kita rasakan”

Hati

Hati

Itu yang saya coba ungkapkan…. Ni coba bayangkan deh contoh yang saya ungkapkan. mungkin kita pernah dalam semalam nonton 2 film yang berbeda, Pada giliran film pertama tema ceritanya tentang komedi lalu dilanjutkan film selanjutnya yang bertema prahara keluarga. Kedua film itu sukses membawa perasaan kita kemana-mana sesuai alur cerita. Apa yang terjadi? semenit setelah menonton film komedi kita merasa persoalan dunia itu sepele dan hanya lelucon… sedangkan beberapa saat kemudian setelah menonton film kedua yang pilu menyayat hati plus nangis bombay, kita merasa pedih dan takut jika kita terlalu bermain-main dalam hidup akan membuat orang-orang terdekat kita menderita. Lalu apa yang terjadi?? perasaan campur aduk yang membingungkan….

Ato pernah saya coba mengamati 2 orang teman kerja perempuan saya yang sudah menikah di suatu perusahaan yang memiliki “load time” dan “work traffic” serta “salary rate” yang tinggi, salah satu memilih tetap bekerja sambil menjadi seorang ibu dari anak-anaknya dan yang satunya memilih untuk menjadi full time mother untuk anaknya. Apa yang saya rasakan jika saya mendengar cerita mereka tentang anak mereka?. Ketika mendengar cerita dari rekan kerja perempuan yang menjadi worker sekaligus ibu, saya melihat sosok wanita hebat yang berjibaku dengan tumpukan deadline target dan laporan dan tetap terus memperhatikan anaknya yang sedang ditinggalkan dirumah. Saya melihat seorang wanita penuh semangat dengan kepercayaan diri tinngi terhadap keamanan finansial untuk rencana masa depan putra putri mereka. Sedangkan jika saya bertemu dengan rekan perempuan yang lainnya yang memilih menjadi ibu dalam seluruh siklus harian hidupnya, yang saya lihat adalah kesan kedamaian dan kesenangan ketika ia begitu bangga dan bahagia bisa mengurus anaknya dengan tangannya serta ketulusan dan kebersahajaan atas cita-cita nya terhadap anak-anaknya….. ,Ada beda kesan, yang satunya lebih semangat dan yang lainnya lebih damai…

itulah perasaan, dibawa dari hati dan diwujudkan dalam keputusan dan perbuatan. Jadi menurut saya semuanya mempunyai rasa…. setiap apa yang kita perbuat, dengar, bicarakan, mimik wajah dan semua tingkah laku yang kita lakukan mengandung rasa untuk diri kita dan orang lain. Tengoklah bagaimana aktor film dapat mengubah perasaan kita melalui tingkah polah mereka di depan kamera. Dan menurut saya rasa itu datang dari hati….  Hati yang keras dan gigih akan cenderung menimbulkan rasa semangat dan menggebu sedangkan hati yang pasrah dan tulus akan cenderung memberi rasa tenang dan damai….

Jadi semuanya berasal dari hati…. maka jagalah hati kita dari segala keburukan karena selain berpengaruh untuk diri kita, hal itu dapat mempengaruhi perasaan orang lain….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s