Galau Itu Bisa Membunuh Kecuali Untuk Orang Yang Tawakkal


Tulisan ini ditujukan dan dikhusukan untuk diri saya…untuk mengingatkan diri saya sendiri…. ya, karena akhir ini hati saya bergemuruh, dan tidak tenang… bahasa kekiniannya galau (*istighfar…. Astaghfirulloh haladzim). Semua manusia dan makhluk bernyawa yang memiliki hati pasti pernah merasakannya. Dan saya baru sadari semua ketidak tenangan ini berasal dari hati…. Seperti kata Rosululloh, ada bagian dari tubuh kita jika bagian itu rusak maka rusaklah seluruh tubuh kita, jika bagus bagian tersebut maka baguslah seluruh tubuh…. bagian itu hati….

Hati yang tidak tenang seperti diingatkan para ulama, hal itu sering kali disebabkan oleh maksiat, karena jauh dari iman, karena lemahnya iman. Alasan klasik yang hanya bisa dimengerti oleh hati, bukan pikiran. Maka ikhlaskanlah bagian otakmu yang berpikir untuk menyerah pada suara hatimu, jauhkan ketakutan akan masa depan yang tidak jelas dengan tawakkal, tidak ada yang memberimu mudhorot dan manfaat tanpa seijin Alloh, tak satupun bahkan presiden atau penjahat paling kejam di dunia pun tidak akan bisa memberi mudhorot dan manfaat kepadamu tanpa ijin Alloh.

Hati yang tidak tenang bisa jadi karena kita kurang tawakkal, kita jadi bergantung pada makhluk, takut tak mendapatkan bagian dunia disebabkan ketergantungan pada sesuatu….. entah kekasih, atasan, kekuasaan, dosen, dan semua makhluk lain. Hati yang tidak tenang mungkin karena banyak maksiat, baik yang tersembunyi atau terang-terangan. Hati akan tersiksa karena tuannya banyak bermaksiat, berusaha menyembunyikannya dari manusia padahal hatinya merintih (*Lahaula wala quwwata illabillah). Hati yang tidak tenang bisa saja terjadi karena tidak sabar akan sesuatu yang diinginkan tidak kunjung datang…. tidak ikhlas akan keputusan yang telah ditulis di Arsy… Lalu apakah yang lebih menentramkan kecuali ridho akan semua takdir dan menjadikan tawakkal serta doa sebagai senjata utama.

Jika sedang galau begini siapakah makhluk yang dapat menolong, kecuali kau dekati orang-orang yang soleh, para ulama, para ustad, para guru. Untuk mendapatkan perhatian, nasehat, peringatan, bahkan marahnya. Tiada persahabatan yang lebih lezat daripada persahabatan dengan orang-orang yang soleh yang cinta dan takut kepada Alloh. Maka kegalauan itu adalah mahfum, wajar, dan sangatlah manusiawi….. tetapi jika berlarut dan tak mendapat pencerahannya, maka pintu-pintu syaitan yang dapat mengaburkan penilaianmu terhadap sesuatu, membuatmu lemah dalam beramal, membuatmu mengambil keputusan hanya menggunakan perasaan tanpa ilmu, dan membuat hatimu gamang tak karuan akan terbuka lebar. Hanya Alloh lah tempat bersandar, hidup itu sementara, mati itu pasti…. seberapabanyakkah  yang dicari dan seberapa banyak yang didapat di dunia pasti nggak akan abadi…. hati yang tenang dengan iman, ridho dengan syariat, dan cinta terhadap hal-hal baik yang dihalalkan dan disyariatkan lebih nikmat daripada menjadi orang paling kaya sedunia yang tiap hari cuma ngurusi dunia…. Jangan mau menukar ketentraman hati dengan kegalauan…. Maka ajakah terutama untuk diri saya, segera bertobat dan tawakkal. (Tulisan seri catatan orang banyak dosa).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s