Memulai “Urban Farming” project


Tahu nggak sih berapa jumlah penduduk Indonesia saat ini? di tahun 2012 tidak kurang dari 240 juta jiwa dan setiap tahun bertambah 1,4% (Sumber : Bank Dunia). Itu berarti akan mencapai 2,1 milyar pada tahun 2050…. Wow, jumlah yang besar. Dengan penduduk sebanyak itu maka Indonesia akan memiliki lebih banyak kota-kota besar karena kecenderungannya sampai saat ini 60%-70% masyarakat memilih untuk hidup di perkotaan…. Lalu kebayang nggak sih berapa banyak makanan untuk memenuhi kebutuhan manusia sebanyak itu …. Bagaimana memenuhi kebutuhan pangan dengan jumlah manusia sebanyak 2,1 milyar….. Lalu bagaimana mengolah waste dari aktivitas individu ataupun sosial dari makhluk sebanyak itu……

Saya teringat waktu dulu ketika pulang ke rumah nenek saya di desa, kebutuhan makanan kita tidak usah dibeli di pasar. Cukup mencari di kebun sebelah dan mengambil semua kebutuhan. Mulai sayur,cabai, bahkan hingga daging ayam, semuanya dipenuhi dengan ditanam sendiri. Tapi ketika pemenuhan makanan menjadi suatu industri yang menggiring manusia untuk hidup serba instan dan cepat, semua cerita itu mulai hilang. Sekarang semua nya tersedia di supermarket, tinggal pilih, bayar, dan masak. Memasaknya pun menjadi sangat instan, dan terkadang memakannya pun dengan instan dan cepat. Memasak dan makan makanan hanya menjadi suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjadikannya gaya hidup. Saya pun melakukannya, hingga akhir-akhir ini saya tertarik dengan indigenous tradition tersebut  yang mulai banyak dikembangkan kembali oleh masyaraka modern saat ini, yaitu urban farming…

Saya percaya bahwa kegiatan memasak dan makan itu adalah sesuatu yang seharusnya dapat dinikmati secara lahir batin. Dengan urban farming saya berharap bisa merasakannya karena saya bisa menanam makanan saya, memeliharanya, memastikan tidak ada pestisida, herbisida dan bahan kimia yang masuk ke makanan saya, memanennya, memasaknya dengan suka cita serta memakannya dengan bahagia. Dan jika setiap orang bisa memproduce makanannya sendiri, tentu saja dapat membantu ketahanan pangan indonesia seraya berkonstribusi untuk lingkungan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s