Perjalanan Panjang (2)


*Bab ciri-ciri mati dalam keadaan terbaik dan khusnul khotimah g3830

Pernah denger ungkapan anak muda nggak, masa kecil bahagia, waktu muda dipuja-puja, sudah tua kaya-raya, setelah mati masuk surga. Ini baru namanya hidup… betul nggak??. Sungguh beruntung orang yang bisa mendapatkan hal seperti ini, dan harus nya banyak-banyak bersyukur. Dari keempat impian itu, yang paling penting mungkin nomor 4 kali ya, yaitu setelah mati masuk surga. Kenapa? karena buat kalian yang masa kecilnya nggak bahagia, pas mudanya nggak dipuja-puja, dan pas tua ternyata nggak kaya-kaya, harapan satu-satunya tinggal ini (sedih banget dah nasib Crying face ). Bahkan pun, buat yang masa kecil sampe masa tua nya bahagia terus, tentu dong nggak mau kalo setelah mati eh, masuk neraka, sia-sia deh semua kebahagian yang kamu dapet di dunia. Setelah ini saya akan cerita tentang tanda-tanda mati dalam keadaan terbaik versi saya (sebagai seorang muslim tentunya). Tapi STOP buat kamu yang nggak percaya tuhan, surga, dan neraka…. mending nggak usah diterusin baca postingan ini. Karena bakalan nggak nyambung. capedes

Tanda-tanda orang yang matinya baik, atau istilah bagusnya itu khusnul khotimah, ada beberapa. Sekali lagi, tanda-tanda ini versi saya sebagai seorang muslim.

Mengucap Syahadat

Ini sudah jelas lah ya…. Mengucapkan syahadat di waktu akhir hayat itu susah, hanya orang-orang bener-bener baik aja yang bisa mengucapkan syahadat di akhir hayatnya

“Siapa yang akhir hayatnya mengucapkan ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan riwayat hasan)”

Meninggal dengan keringat di dahi

“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi (HR. Ahmad, An Nasa’i, dll. Sanad An-Nasa’i shahih diatas Al-Bukhari)”

Meninggal pada malam atau siang hari jum’at

Tanda ini mungkin sudah sering kita dengar juga dari guru guru kita. Tanda ini berdasarkan hadis berikut.

“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at, kecuali Alloh akan menjaganya dari fitnah kubur (HR. Ahmad, At-Tirmidzi)”

Mati syahid di medan perang, Meninggal di Jalan Alloh, Kena penyakit Tho’un, Meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan

Abu Hurairoh menyampaikan sabda Rosululloh SAW : ‘Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?’, mereka menjawab, ‘Wahai Rasululloh, siapa yang terbunuh di jalan Alloh maka ia mati syahid’. Beliau menanggapi ‘kalo begitu syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit’, ‘bila demikian siapakah mereka yang dikatakan mati syahid ya Rosululloh?’, Beliau menjawab ‘Siapa yang terbunuh di jalan Alloh maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Alloh maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tho’un maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam maka ia syahid (HR. Muslim)”

Catatan sedikit, bahwa penyakit thoun adalah sebuah wabah yang ditimpakan pada siapa yang dikehendaki Alloh.

“Rosululloh mengabarkan kepada Aisyah : Thoun adalah adzab yang Alloh kirimkan kepada siapa yang dikehendakiNya. Maka Alloh jadikan Tho’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa diantara hamba (muslim) yang terjadi wabah Thoun lalu ia tetap tinggal di negerinya dan dalam keadaan bersabar. Dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan karena Alloh telah menetapkan baginya, maka tidak ada yang patut diterima orang tersebut kecuali mendapatkan semisal pahala mati syahid (HR Al Bukhori)”

Dan juga catatan lain tentang mati syahid di medan perang bukan termasuk mati bom bunuh diri seperti yang dilakukan orang-orang di Indonesia. Karena kita tidak dalam keadaan perang, dan sudah terbukti telah merugikan kaum muslimin secara umum dan keseluruhan di seluruh Negeri Indonesia tercinta. Hal ini juga telah banyak dijelaskan oleh para ulama yang kompeten tentang hal ini.

Meninggalnya ibu dengan anak yang masih dalam kandungan

Hadist Ubadah ibnush Shamit, mengabarkan bahwa Rosululloh bersabda “Wanita yang meninggal karena anaknya masih dalam kandungan adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga (HR. Ahmad, Ad Darimi, dan Ath-Thayalisi dengan sanad shahih)”

Meninggal dalam keadaan berjaga (Ribath) fisabilillah

Hadist Rosululloh, “Berjaga-jaga (di jalan Alloh) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan sholat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup akan terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur) (HR. Muslim)”

Meninggal dalam keadaan beramal sholih

“Siapa yang mengucapkan ‘La Ilaaha illalloh’ karena mengharapkan wajah Alloh yang ia menutup hidungnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Alloh yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan suatu sedekah dan karena mengharapkan wajah Alloh yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia akan masuk surga (HR. Ahmad, sanad shahih)”

sedikit catatan, mengharapkan nanti dapat bertemu dengan Alloh SWT dan bisa menatap wajah Alloh itu menurut para ulama, merupakan salah satu kenikmatan terbesar bagi kaum muslimin. Karena mereka bertemu dengan sesuatu DZAT Maha Agung yang paling dicintainya.

Meninggal karena mempertahankan hartanya yang dirampas orang lain, Menginggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa

“Rasululloh pernah bersabda : Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, dan At Tirmidzi)”

Ini dia beberapa ciri-ciri orang yang matinya bagus. Wallohu a’lam bish-shawab.

*Seri tulisan perjalanan panjang adalah seri tulisan yang membahas masalah-masalah seputar kehidupan yang sebisa mungkin ditulis secara ringan, subjektif penulis, dan bukan untuk dijadikan suatu referensi atau pijakan yang paten baik secara ilmiah atau aplikatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s