Tidur diatas Lodaya dan Sancaka


Tulisan ini kembali mengulas tentang kereta api, menjembatani hobi saya akan kereta api. Mengapa kereta api?, Karena menurut saya kereta api adalah suatu karya engineering yang luar biasa. Memindahkan suatu rangkaian masa (baca : berat) gerbong besi di atas 2 bilah track baja. Lalu dengan ditarik lokomotif yang berisi blok engine yang menghasilkan tenaga hingga ribuan HP yang didesain supaya bergerak dengan menyeimbangkan tenaga engine dan berat yang sesuai agar menghasilkan traksi untuk menarik muatan nya. Sistem yang sederhana yang bisa kita pikirkan ini, tiba-tiba dapat kita lihat dan rasakan di kereta api yang gagah dan melintas di depan mata.

Oke, skip saja intermezo nya. Kemarin saya berkesempatan untuk pergi dari Bandung ke Surabaya secara estafet naik lodaya malam dan sancaka sore. Sehingga rutenya menjadi Bandung – Solo –  Surabaya. Seperti biasa saya lebih suka mengulas tentang pelayanan dan keadaan di dalam gerbong kereta selama perjalanan kereta api. Berikut uraian singkatnya…

Lodaya Malam

DSCN1435Perjalanan dari stasiun bandung kota, ini adalah penampakan loko TC 10 08 di depan pintu selatan.

DSCN1436
Penampakan interior Lodaya malam. Terlihat cukup “oldies”, tapi masih nyaman dan AC nya dingin.

DSCN1438   Pencahayaan di dalam kereta cukup teduh dan soft. Lodaya malam berangkat dari bandung pukul 19.00

DSCN1449

Kursinya model lama, tetapi masih cukup empuk dan nyaman. Asal tidak sedang dapat kursi yang rusak saja, saya yakin masih bisa tidur ketika perjalanan

DSCN1445  Kamar kecil nya cukup “oldies” juga, tetapi bersih. Saya juga tidak pernah terpikir untuk memberikan motif batik di dalam kamar kecil seperti ini. Saya tidak tahu apakah ini sentuhan seni atau bukan? Nyah-Nyah

DSCN1447

Bagian yang ditandai lingkaran tipis, saya duga dahulu adalah bracket lampu baca. Tetapi karena gerbong lodaya malam sangat “oldies” sehingga lampu baca tersebut sudah rusak dan diganti papan penutup putih tersebut

Pelayanan kebersihan di kereta Lodaya malam cukup outstanding ya… selama perjalanan selama delapan jam tersebut, petugas cleaning service outsource yang berada di atas gerbong cukup sigap dan rutin membersihkan kereta. Setiap pemberhentian stasiun, selalu mengecek kembali kebersihan gerbong. Karena gerbong lodaya malam ini cukup tua, maka sungguh kaget, ternyata gerbong kelas eksekutifnya bisa bocor. jadi lantainya agak becek-becek gimana gitu. Tetapi untung petugas kebersihannya sigap dengan mengepel lantai berulang-ulang. Dia berdedikasi untuk melakukan pekerjaannya. Walaupun tanggung jawabnya terlihat sepele, tetapi kenyamanan perjalanan ini ditentukan olehnya. Istilah saya untuk jabatan petugas ini adalah chief of cleaning and hospitality atau kalau disingkat CCH, hahaha, pokoknya apresiasi deh sama petugasnya. Sayang saya tidak punya foto petugasnya.

Sancaka Sore

DSCN1473[1]  Interior dari gerbong sancaka sore, cukup oldies juga. Dan juga goncangan kereta nya lumayan berasa. Entah karena kursi kurang empuk atau kaki-kaki roda besi nya sudah mendekati masa masuk depo engineering kereta

  DSCN1476[1]

Entah mengapa saya merasa kursinya lebih sempit dan kecil saripada model kursi yang ada di gerbong eksekutif argo

DSCN1474[1]  Kursi di gerbong sancaka sore

DSCN1472[1][4]

Kamar mandinya juga nyaman. WC nya juga bukan sistem bolong langsung ke rel, karena sepertinya masih ada sistem siram dan disimpan di  penampungan dulu. Tapi beresiko juga kalau ada yang gagal menyiram, bisa mengurangi selera makan. Nyah-Nyah

DSCN1475[1]  Pencahayaan nya agak terlalu terang, mungkin karena menggunakan 3 baris lampu, satu di tengah, dan dua di pinggir. Bagasinya seperti di pesawat walaupun nggak seempuk bagasi yang ada di pesawat. Mungkin gasspring nya buatan cina. hahaha. Kereta ini berangkat pukul 17.00 dari stasiun Solo Balapan. Jangan lupa nyobain jajanan roti maryam Salman yang dijual di dalam stasiun. Rasanya cukup maknyus.

Pengalaman di kereta Sancaka cukup mengagetkan juga. Saya pikir fasilitas selimut adalah fasilitas standar dari kereta kelas eksekutif, ternyata di Sancaka, selimut adalah fasilitas berbayar. Tepok Jidat deh… Sleepy smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s