Touch Down di Solo


Akhirnya touch down juga di Solo. Bukan berarti saya belum pernah ke solo. Tapi kali ini saya sendirian dan nyobain sebagian transportasi yang ada di Solo. Mulai bis batik trans, Damri, ATMO, sampai angkot ke Bekoneng. Karena hampir nyobain semua angkutan umum dan muter-muter kota solo (aslinya sih nyasar), akibatnya tempat yang kesampaian didatangi hanya alun-alun lor solo dan masjid agung surakarta. Secara umum kota Solo sangat menyenangkan. Angkutan nya banyak tersedia walaupun susah untuk di pahami rute-rutenya. Walaupun kotanya sangat-sangat menyenangkan, menurut saya fasilitas penerangan informasi wisatanya masih kalah dengan Yogyakarta. Selain itu sebagai catatan kecil, saya agak terganggu juga dengan banyaknya ojeg dan taksi yang “giat” menawarkan jasa, bahkan ada yang sampai menakut-nakuti jika naik angkutan umum bis atau angkot maka akan berputar-putar dan ongkosnya lebih mahal. Tapi cerita saya bukan bermaksud mengeneralisasi ya…. saya yakin tidak semuanya seperti itu.

Ada satu trik buat kamu yang backpackeran ke Solo. Penampilan kamu yang membawa ransel ukuran besar, apalagi ditambah tas jinjing segala akan menarik perhatian tukang ojek dan abang-abang makelar angkutan kota, baik itu di stasiun, terminal, atau bahkan Bandara. JIka ditanya mau kemana, jawab saja tujuan kamu mau kemana. Tetapi jika setelah kamu jawab tujuan kamu, mereka malah nawarin taksi atau ojeg dan kamu nggak mau, bilang saja “Saya bisa naik Atmo”, kalau tujuan kamu stasiun balapan, atau “Saya naik batik trans saja”, kalau tujuan kamu wisata daerah kraton, UNS, pasar klewer, atau pasar gede. Kalau tujuan kamu bandara, bilang saja “saya lebih pilih naik angkot 08”. Demikian tips saya, biasanya sih ampuh, karena mereka langsung mengira kamu itu mahasiswa di Solo, atau sudah sering berpergian ke Solo.

DSCN1450  Stasiun Solobalapan waktu subuh, Kereta Lodaya malam baru nyampai jam 4.30 pagi

DSCN1452  Sempat di curigai sama security karena nongkrong di sini pas waktu subh

DSCN1453  Teras masjid agung Solo DSCN1456  Yang tidur di teras masjid ini bukan saya

DSCN1457  Bagian dalam masjid, interior nya kayu semua

DSCN1460  Atap masjid bentuknya joglo dan tinggi nya bisa sekitar 10 meter
DSCN1463  Mimbar masjid agung surakarta DSCN1468  Menara masjid agung surakarta
DSCN1469  Suasana di dalam minibis damri, Surakarta

DSCN1470  Interior PO. ATMO yang mirip metromini Jakarta, tapi sopir dan keneknya lebih beradab dan sopan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s